Blog Pendidik | SMK Letris Indonesia

TES KEPRIBADIAN SISWA SISWI SMK LETRIS INDONESIA

TES KEPRIBADIAN

Dalam setiap kesempatan orang selalu ingin mendapatkan Teman, Karyawan, atau Partner Usaha, juga yg Sesuai, Tepat dan yg paling mendekati kebutuhannya.
Apakah kita sudah menyiapkan diri untuk menjadi orang yg “tepat” dan “sesuai” ?
Mari kenali diri kita sebagaimana orang lain menilainya.
Ketahuilah sejak dini bagaimana sebenarnya orang lain melihat dan menilai pribadimu, agar kamu bisa menyesuaikan dg kebutuhan nantinya,
Ikuti “Telaah Kepribadian” dan ketahui aspek aspek penting dimata orang lain, agar kita bisa menyiapkan diri utk jadi “Orang Yang Tepat dan Sesuai” Apa saja aspek yg akan kamu ketahui?
Ini adalah beberapa hal spt,:
  1. Tingkat KEPEMIMPINAN
  2. Rasa TANGGUNG JAWAB
  3. Kemampuan Mengambil KEPUTUSAN
  4. Kemampuan MENGATUR DIRI
  5. SEMANGAT & DAYA JUANG
  6. DAYA NALAR
  7. FLEKSIBILITAS
  8. Kemampuan MENGENDALIKAN EMOSI
  9. KEPATUHAN
  10. TINGKATAN PEKERJA KERAS


tautan tentang merdeka belajar

tautan tentang merdeka belajar

*Guru Merdeka Belajar*
*Bagaimana cara menyusun instrumen penilaian?*

Klik masing-masing tautan berikut untuk unduh panduan-panduan penyusunan instrumen penilaian:

1⃣ Panduan Penilaian Tes Tertulis 2019 : http://bit.ly/Panduan_Penilaian_Tes_Tertulis

2⃣ Panduan Penilaian Kinerja 2019 : http://bit.ly/Panduan_Penilaian_Kinerja

3⃣ Panduan Penilaian Portofolio 2019 : http://bit.ly/Panduan_Penilaian_Portofolio

4⃣ Model Penilaian Formatif 2019 : http://bit.ly/Model_Penilaian_Formatif

5⃣ Panduan Penulisan Soal HOTS 2019 : http://bit.ly/Panduan_Penulisan_Soal_HOTS

Untuk Lebih Memahami Seputar 4 Kebijakan *Mendikbud Nadiem Anwar Makarim* Berikut disampaikan *8 link* Permendikbud , Surat Edaran dan Tanya Jawab  :

1⃣. *Empat Pokok Kebijakan Pendidikan “Merdeka Belajar” Mendikbud*
https://www.datadikdasmen.com/2019/12/empat-pokok-kebijakan-pendidikan.html

2⃣. *Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Ujian Sekolah Dan Ujian Nasional*
https://www.datadikdasmen.com/2019/12/permendikbud-nomor-43-tahun-2019.html

3⃣. *Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 Tentang PPDB TK SD, SMP, SMA, & SMK*
https://www.datadikdasmen.com/2019/12/permendikbud-nomor-44-tahun-2019.html

4⃣. *Surat Edaran Mendikbud Tentang Penyederhanaan RPP dan Format RPP Baru*
https://www.datadikdasmen.com/2019/12/surat-edaran-mendikbud-tentang.html

5⃣. *Tanya Jawab Kebijakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)*
https://www.datadikdasmen.com/2019/12/tanya-jawab-kebijakan-ujian-sekolah.html

6⃣. *Tanya Jawab Kebijakan Ujian Nasional (UN)*
https://www.datadikdasmen.com/2019/12/tanya-jawab-kebijakan-ujian-nasional-un.html

7⃣. *Tanya Jawab Kebijakan Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)*
https://www.datadikdasmen.com/2019/12/tanya-jawab-kebijakan-penyderhanaan.html

8⃣. *Tanya Jawab Kebijakan Zonasi PPDB*
https://www.datadikdasmen.com/2019/12/tanya-jawab-kebijakan-zonasi-ppdb-tahun.html

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
10 faktor teratas yang akan mempengaruhi *KESUKSESAN*

10 faktor teratas yang akan mempengaruhi *KESUKSESAN*

Menurut *Riset Stanley berikut ini adalah 10 faktor* teratas yang akan mempengaruhi *KESUKSESAN* :

1. Kejujuran (Being honest with all People)

2. Disiplin keras (Being well-disciplined)

3. Mudah bergaul (Getting along with People)

4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)

5. Kerja keras (Working harder than most people)

6. Kecintaan pada yang di kerjakan (Loving my career/business)

7. Kepemimpinan (Having strong Leadership qualities)

8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/Personality)

9. Hidup teratur (Being very well-Organized)

10. Kemampuan menjual Ide (Having an ability to sell my Ideas/Products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK. 

Dalam Kurikulum semua ini kita kategorikan : *Softskill.*

Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan Ekstra-Kurikuler.
10 faktor di atas ada di dalam Pendidikan Pramuka

komponen yang harus dimiliki guru dalam menjalankan tugas.



Beberapa komponen yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai guru yang professional, yaitu :
  • Guru sebagai sumber belajar
    Peran guru sebagai sumber belajar ini berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran dengan baik dan benar. Seorang Guru yang professional yang menguasai bahan ajar dengan baik, maka ia akan benar - benar berperan sebagai sumber belajar bagi peserta didiknya. Jadi, apapun yang ditanyakan peserta didiknya mengenai materi pelajaran maka ia akan  dapat menjawabnya dengan tegas dan penuh keyakinan. Sebagai sumber belajar, seorang guru harus mempunyai referensi yang luas dibandingkan dengan peserta didiknya.

  • Guru sebagai fasilitator
    Sebagai fasilitator, seorang guru berperan dalam memberikan pelayanan terbaik untuk memudahkan siswanya dalam kegiatan proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu memahami berbagai media dan sumber belajar serta fungsinya masing masing. Pemahaman tersebut sangatlah penting, karena belum tentu suatu media cocok digunakan untuk mengajarkan semua bahan pelajaran. Sehingga guru perlu memiliki keterampilan dalam merancang suatu media pembelajaran. Karena dengan merancang akan mempermudah proses belajar. Jadi, guru sudah tahu media mana yang akan digunakan dalam penyampaian pelajaran. Bahkan guru juga dituntut untuk dapat mengorganisasikan berbagai jenis media serta dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar, termasuk memanfaatkan teknologi informasi.

  • Perkembangan teknologi informasi
    Seorang guru dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi yang mutakhir. Melalui teknologi informasi ini memungkinkan guru dapat memilih media yang dianggap cocok dalam menunjang proses pembelajaran. Jangan sampai seorang guru gagap dalam menggunakan teknologi, karena guru harus dapat memberikan contoh kepada siswanya. Selain itu seorang guru juga dituntut mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi kepada siswanya. Karena suatu pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar apabila tidak ada interaksi antara guru dan siswa. Kemampuan berkomunkasi sangatlah penting untuk memudahkan siswa menangkap pesan yang telah disampaikan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mereka.

  • Guru sebagai pengelola
    Sebagai pengelola seorang guru berperan dalam memberikan dan menciptakan suasana atau keadaan belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar dengan nyaman. 
  • Melalui pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat menjaga kelas agar tetap kondusif untuk teradinya proses belajar seluruh siswa. 
  • Ketika seorang guru tidak dapat menjaga kondisi kelas, maka para siswa tidak akan merasa nyaman dalam kelas dan akan cepat bosan. Selain itu kelas yang kondusif dapat meningkatkan motivasi belajar para siswa.

  • Guru sebagai demonstrator
    Sebagai demonstrator seorang guru harus dapat mempertunjukan kepada siswa segala sesuatu yang membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan. Sebagai demonstrator berarti seorang guru harus mempunyai dan menunjukan sifat - sifat terpuji dalam aspek kehiduan, dan guru juga merupakan sosok ideal sebagai idola yang dapat diteladani para siswanya. 
  • Selain itu juga guru harus dapat menunjukan bagaimana cara yang tepat agar setiap pelajaran atau hal yang disampaikan kepada siswanya dapat dipahami dengan mudah oleh setiap siswa. Hal ini berkaitan dengan pendekatan, strategi, metode serta model pembelajaran yang di pilih dalam proses pembelajaran.

  • Guru sebagai pembimbing
    Seorang guru tidak dapat memaksakan agar muridnya menjadi "ini" atau menjadi "itu" karena siswa akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. Karena tugas guru adalah menjaga, mengarahkan, dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai potensinya masing masing. Untuk mengetahui potensi yang ada dalam diri para siswanya, seorang guru haus dapat memahami karakteristik setiap siswa yang di bimbingnya. 
  • Misalnya memahami gaya dan kebiasaan belajar siswanya. Dengan demikian guru akan mengetahui kemana arah potensi peserta didik tersebut serta hal apa saja yang harus dipersiapkan oleh siswanya dalam jangka panjang.

  • Guru sebagai motivator
    Dalam proses pembelajaran, motivasi merupakan aspek paling utama yang sangat penting. Motivasi dapat berasal dari diri sendiri atau dari orang lain. Sering kali siswa yang kurang berprestasi bukan dikarenakan oleh kurangnya kemampuan, tetapi disebabkan oleh kurangnya motivasi dalam belajar. Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil belajar yang optimal seorang guru harus dapat membangkitkan motivasi belajar siswanya.

  • Guru sebagai evaluator
    Seorang guru berperan untuk mengumpulkan data atau informasi mengenai keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap hasil akhir pembelajaran, tetapi juga dilakukan pada proses serta kemampuan siswa dalam suatu pembelajaran. 
  • Evaluasi ini bertujuan untuk menilai keberhasilan siswa dan melalui evaluasi juga seorang guru dapat menentukan apakah siswa yang diajarkan sudah memiliki kompetensi yang telah ditetapkan, sehingga siswa tersebut berhak mendapat pembelajaran yang baru.

Jenis-jenis kecerdasan


Satuan pendidikan yang baik adalah satuan pendidikan yang mampu memberikan layanan kepada peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Salah satu bentuk potensi peserta didik adalah kecerdasan. Menurut Gardner (dalam Fajarwati, 2016), ada sembilan jenis kecerdasan, yaitu:

a.    Kecerdasan linguistik (Linguistic intelligence).

b.   Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical intelligence).

c.    Kecerdasan ruang (Spatial intelligence).

d.   Kecerdasan  kinestetic-badani  (bodily-kinesthetic intelligence).

 e.    Kecerdasan musikal (Musical intelligence).

f.     Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence).

g.    Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence).

 h.    Kecerdasan lingkungan/naturalis  (Naturalist intelligence).

i.    Kecerdasan eksistensial (Existential intelligence).


Kompetensi Profesional Guru



Menurut UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; seorang guru profesional harus memiliki empat kompetensi dasar dalam pendidikan. Empat kompetensi dasar ini diantaranya adalah kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kompetensi kepribadian.
Berikut 4 komponen dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional:

1. Profesional

Kompetensi profesional adalah kemampuan seorang guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Kemampuan mengelola pembelajaran didukung oleh pengelolaan kelas, penguasaan materi belajar, strategi mengajar dan penggunaan media belajar.

2. Pedagogik
Kompetensi pedagogik berkaitan erat dengan kemampuan guru dalam memahami proses pembelajaran. Pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas bersifat dinamis. Ini dapat terjadi karena komunikasi atau interaksi timbal balik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Keberagaman siswa didalam kelas juga akan memerlukan keterampilan seorang guru dalam mendisain program pembelajaran.

3. Sosial
Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai pendidik untuk berkomunikasi dan berinteraksi yang baik dengan warga sekolah maupun warga dimana guru berada. Kemampuan sosial ini dapat dilihat melalui pergaulan sosial guru dengan siswa, rekan sesama guru maupun dengan masyarakat dimana ia berada.

4. Kepribadian
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, seorang guru harus menunjukkan sikap dan kepribadian yang baik. Guru yang patut ditiru merupakan filosofi yang menunjukkan kemampuan kepribadian. Ditiru karena guru diyakini mempunyai ilmu yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup siswanya. Seorang guru ditiru karena pada diri guru terdapat sikap dan pribadi yang baik.

Itulah kompetensi dasar yang minimal harus dimiliki guru professional.
Notification
Ini adalah popup notifikasi.
Done