Blog Pendidik | SMK Letris Indonesia
10 faktor teratas yang akan mempengaruhi *KESUKSESAN*

10 faktor teratas yang akan mempengaruhi *KESUKSESAN*

Menurut *Riset Stanley berikut ini adalah 10 faktor* teratas yang akan mempengaruhi *KESUKSESAN* :

1. Kejujuran (Being honest with all People)

2. Disiplin keras (Being well-disciplined)

3. Mudah bergaul (Getting along with People)

4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)

5. Kerja keras (Working harder than most people)

6. Kecintaan pada yang di kerjakan (Loving my career/business)

7. Kepemimpinan (Having strong Leadership qualities)

8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/Personality)

9. Hidup teratur (Being very well-Organized)

10. Kemampuan menjual Ide (Having an ability to sell my Ideas/Products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK. 

Dalam Kurikulum semua ini kita kategorikan : *Softskill.*

Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan Ekstra-Kurikuler.
10 faktor di atas ada di dalam Pendidikan Pramuka

komponen yang harus dimiliki guru dalam menjalankan tugas.



Beberapa komponen yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai guru yang professional, yaitu :
  • Guru sebagai sumber belajar
    Peran guru sebagai sumber belajar ini berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran dengan baik dan benar. Seorang Guru yang professional yang menguasai bahan ajar dengan baik, maka ia akan benar - benar berperan sebagai sumber belajar bagi peserta didiknya. Jadi, apapun yang ditanyakan peserta didiknya mengenai materi pelajaran maka ia akan  dapat menjawabnya dengan tegas dan penuh keyakinan. Sebagai sumber belajar, seorang guru harus mempunyai referensi yang luas dibandingkan dengan peserta didiknya.

  • Guru sebagai fasilitator
    Sebagai fasilitator, seorang guru berperan dalam memberikan pelayanan terbaik untuk memudahkan siswanya dalam kegiatan proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu memahami berbagai media dan sumber belajar serta fungsinya masing masing. Pemahaman tersebut sangatlah penting, karena belum tentu suatu media cocok digunakan untuk mengajarkan semua bahan pelajaran. Sehingga guru perlu memiliki keterampilan dalam merancang suatu media pembelajaran. Karena dengan merancang akan mempermudah proses belajar. Jadi, guru sudah tahu media mana yang akan digunakan dalam penyampaian pelajaran. Bahkan guru juga dituntut untuk dapat mengorganisasikan berbagai jenis media serta dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar, termasuk memanfaatkan teknologi informasi.

  • Perkembangan teknologi informasi
    Seorang guru dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi yang mutakhir. Melalui teknologi informasi ini memungkinkan guru dapat memilih media yang dianggap cocok dalam menunjang proses pembelajaran. Jangan sampai seorang guru gagap dalam menggunakan teknologi, karena guru harus dapat memberikan contoh kepada siswanya. Selain itu seorang guru juga dituntut mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi kepada siswanya. Karena suatu pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar apabila tidak ada interaksi antara guru dan siswa. Kemampuan berkomunkasi sangatlah penting untuk memudahkan siswa menangkap pesan yang telah disampaikan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mereka.

  • Guru sebagai pengelola
    Sebagai pengelola seorang guru berperan dalam memberikan dan menciptakan suasana atau keadaan belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar dengan nyaman. 
  • Melalui pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat menjaga kelas agar tetap kondusif untuk teradinya proses belajar seluruh siswa. 
  • Ketika seorang guru tidak dapat menjaga kondisi kelas, maka para siswa tidak akan merasa nyaman dalam kelas dan akan cepat bosan. Selain itu kelas yang kondusif dapat meningkatkan motivasi belajar para siswa.

  • Guru sebagai demonstrator
    Sebagai demonstrator seorang guru harus dapat mempertunjukan kepada siswa segala sesuatu yang membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan. Sebagai demonstrator berarti seorang guru harus mempunyai dan menunjukan sifat - sifat terpuji dalam aspek kehiduan, dan guru juga merupakan sosok ideal sebagai idola yang dapat diteladani para siswanya. 
  • Selain itu juga guru harus dapat menunjukan bagaimana cara yang tepat agar setiap pelajaran atau hal yang disampaikan kepada siswanya dapat dipahami dengan mudah oleh setiap siswa. Hal ini berkaitan dengan pendekatan, strategi, metode serta model pembelajaran yang di pilih dalam proses pembelajaran.

  • Guru sebagai pembimbing
    Seorang guru tidak dapat memaksakan agar muridnya menjadi "ini" atau menjadi "itu" karena siswa akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. Karena tugas guru adalah menjaga, mengarahkan, dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai potensinya masing masing. Untuk mengetahui potensi yang ada dalam diri para siswanya, seorang guru haus dapat memahami karakteristik setiap siswa yang di bimbingnya. 
  • Misalnya memahami gaya dan kebiasaan belajar siswanya. Dengan demikian guru akan mengetahui kemana arah potensi peserta didik tersebut serta hal apa saja yang harus dipersiapkan oleh siswanya dalam jangka panjang.

  • Guru sebagai motivator
    Dalam proses pembelajaran, motivasi merupakan aspek paling utama yang sangat penting. Motivasi dapat berasal dari diri sendiri atau dari orang lain. Sering kali siswa yang kurang berprestasi bukan dikarenakan oleh kurangnya kemampuan, tetapi disebabkan oleh kurangnya motivasi dalam belajar. Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil belajar yang optimal seorang guru harus dapat membangkitkan motivasi belajar siswanya.

  • Guru sebagai evaluator
    Seorang guru berperan untuk mengumpulkan data atau informasi mengenai keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap hasil akhir pembelajaran, tetapi juga dilakukan pada proses serta kemampuan siswa dalam suatu pembelajaran. 
  • Evaluasi ini bertujuan untuk menilai keberhasilan siswa dan melalui evaluasi juga seorang guru dapat menentukan apakah siswa yang diajarkan sudah memiliki kompetensi yang telah ditetapkan, sehingga siswa tersebut berhak mendapat pembelajaran yang baru.

Jenis-jenis kecerdasan


Satuan pendidikan yang baik adalah satuan pendidikan yang mampu memberikan layanan kepada peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Salah satu bentuk potensi peserta didik adalah kecerdasan. Menurut Gardner (dalam Fajarwati, 2016), ada sembilan jenis kecerdasan, yaitu:

a.    Kecerdasan linguistik (Linguistic intelligence).

b.   Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical intelligence).

c.    Kecerdasan ruang (Spatial intelligence).

d.   Kecerdasan  kinestetic-badani  (bodily-kinesthetic intelligence).

 e.    Kecerdasan musikal (Musical intelligence).

f.     Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence).

g.    Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence).

 h.    Kecerdasan lingkungan/naturalis  (Naturalist intelligence).

i.    Kecerdasan eksistensial (Existential intelligence).


Kompetensi Profesional Guru



Menurut UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; seorang guru profesional harus memiliki empat kompetensi dasar dalam pendidikan. Empat kompetensi dasar ini diantaranya adalah kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kompetensi kepribadian.
Berikut 4 komponen dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional:

1. Profesional

Kompetensi profesional adalah kemampuan seorang guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Kemampuan mengelola pembelajaran didukung oleh pengelolaan kelas, penguasaan materi belajar, strategi mengajar dan penggunaan media belajar.

2. Pedagogik
Kompetensi pedagogik berkaitan erat dengan kemampuan guru dalam memahami proses pembelajaran. Pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas bersifat dinamis. Ini dapat terjadi karena komunikasi atau interaksi timbal balik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Keberagaman siswa didalam kelas juga akan memerlukan keterampilan seorang guru dalam mendisain program pembelajaran.

3. Sosial
Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai pendidik untuk berkomunikasi dan berinteraksi yang baik dengan warga sekolah maupun warga dimana guru berada. Kemampuan sosial ini dapat dilihat melalui pergaulan sosial guru dengan siswa, rekan sesama guru maupun dengan masyarakat dimana ia berada.

4. Kepribadian
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, seorang guru harus menunjukkan sikap dan kepribadian yang baik. Guru yang patut ditiru merupakan filosofi yang menunjukkan kemampuan kepribadian. Ditiru karena guru diyakini mempunyai ilmu yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup siswanya. Seorang guru ditiru karena pada diri guru terdapat sikap dan pribadi yang baik.

Itulah kompetensi dasar yang minimal harus dimiliki guru professional.

STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH


Sekolah adalah tempat kegiatan belajar mengajar yang menjadisarana untuk menimba ilmu untuk bekal di masa yang akan datang. Di dalam sekolah yang terdiri dari banyak elemen tidak hanya siswa namun guru dan staf lainnya bersama-sama membangun sekolah.
Tidak dapat dipungkiri sekolah menjadi organisasi yang mempunyai tujuan untuk meraih yang terbaik terutama di bidang pendidikan. Membangun sekolah yang baik tentunya dibutuhkan organisasi sekolah yang terstruktur di mana yang mempunyai peranan di sini tidak hanya kepala sekolah.
Oleh karenanya, mengetahui tentang pengertian organisasi juga dibutuhkan agar tidak buta dalam memimpin sebuah organisasi. Keberhasilan kepala sekolah harus didukung oleh semua lini. Sebagai seorang pemimpin di sekolah, kepala sekolah dan semua elemen yang di bawahnya harus ada kerja sama yang baik.
Visi dan misi yang sama harus menjadi suatu sarana agar semua lini bisa berjalan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Nah, untuk lebih jelasnya contoh struktur organisasi sekolah ini bisa menjadi pencerahan akan pentingnya sekolah menjadi sebuah organisasi yang baik.
Bagaimana cara perusahaan-perusahaan besar menyusun struktur organisasinya.

1. Kepala Sekolah

Di sekolah yang menjadi puncak pimpinan tertinggi adalah seorang kepala sekolah. Peranannya sangat signifikan untuk dapat membangun perkembangan sekolah menjadi lebih baik. Kepala sekolah harus menjadi contoh yang baik untuk guru, staf, murid dan lingungan sekitar. Kepala sekolah di dalam organisasi sekolah dapat berperan sebagai:
  • Leader motivator
  • Edukator
  • Manajer
  • Inovator
Kepala sekolah haruslah orang yang benar-benar kompeten agar keberhasilan sekolah baik di luar sekolah dan keberhasilan di dalam sekolah terutama pendidikan anak-anak bisa seimbang. Bagaimanapun meski sekolah dianggap berhasil di luar namun anak-anak kurang terbentuk dari segi adab dan sopan santun tentunya akan mengurangi fungsi utama sekolah sebagai pendidik generasi di masa yang akandatang.

Tugas yang Diemban

  • Penyusun program sekolah baik untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.
  • Pengawas kegiatan belajar mengajar disekolah.
  • Memberikan bimbingan dan pembinaan kepada guru, staf, dan murid.
  • Memberikan sumbangsih baik di dalam sekolah maupun dengan lingkungan di sekitar sekolah.

2. Wakil Kepala Sekolah

Wakil kepala sekolah adalah orang kedua di sekolah yang sama-sama bertanggung jawab dengan kepala sekolah dalam rangka menciptakan sekolah yang baik dan berkualitas. Sebagai orang yang menggantikan kepala seolah apabila berhalangan hadir maka wakil kepala sekolah peranannya tidak bisa dipandang sebelah mata. Wakil kepala sekolah harus mempunyai kemampuan yang baik terutama dalam bidang pendidikan dan manajerial. Itu akan menjadi modal utama agar dapat membantu kepala sekolah dengan baik.

Tugas yang Diemban

  • Ikut membantu kepala sekolah untuk meningkatkan keberhasilan dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
  • Menyusun rencana sekolah bersama-sama dengan kepala sekolah.
  • Memberikan masukan dan pertimbangan untuk perkembangan sekolah.

3. Guru Mata Pelajaran

Mengajar sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing jadi biasanya disekolah sudah mulai ada pembagian guru sesuai dengan keahliannya. Guru mata pelajaran ini diharapkan bisa lebih fokus mengajar sehingga siswa bisa lebih mudah menyerap pelajaran yang diberikan.

Tugas yang Diemban

  • Melaksanakan kegiatan belajar mengajar berikut memberikan penilaian terhadap siswa di sekolah tersebut. Baikitu terkait kegiatan belajar, ujian harian, umum, dan akhir.
  • Memberikan penilaian untuk masing-masingsiswa.
  • Mengecek dan mengisi kehadiran siswasetiap pelajarannya.
  • Memberikan remedial/perbaikan terhadap siswa yang masih kurang dari segi penilaian.

4. Guru (Wali Kelas)

Wali kelas bertanggung jawab terhadap siswa-siswi yang ada di dalam kelas jadi seorang wali kelas bisa dikatakan sebagai orang tua murid untuk kelas tersebut. Kehadiran wali kelas harus bisa membangun adanya kedekatan antara guru dan siswa di dalam kelas.

Tugas yang Diemban

  1. Mengelola kelas baik siswa dan administrasi yang terkait dengan kelas tersebut.
  2. Memberikan catatan bagi sebagian siswa tertentu baik siswa yang dikenal pintar, kurang pintar, nakal di kelas,dan lain-lain.
  3. Mengisi penilaian pada akhir belajar dan memberikannya pada orangtua siswa pada saat pembagian raport.

5. Guru Bagian Kurikulum

Guru ini mempunyai tugas kurikulum di sekolah dan proses belajar mengajar di sekolah harus dapat berjalan dengan baik dan terkendali.

Tugas yang Diemban

  1. Membagi tugas untuk guru untuk kegiatan belajar mengajar.
  2. Menyusun UAS dan UAN di sekolah.
  3. Menyusun evaluasi di masing-masing kelas apabila dinilai hal tersebut dibutuhkan untuk kebaikan siswa.

6. Guru Bagian Kesiswaan

Bertugas terutama untuk masalah yang terkait kesiswaan dan proses penanganannya termasuk kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah.

Tugas yang Diemban

  1. Menjadi Pembina OSIS sehingga harus memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap kegiatan OSIS di sekolah tersebut.
  2. Menjadi perencana dan pengawas untuk kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah.
  3. Memberikan penilaian terhadap siswa yang dianggap layak untuk mewakili sekolah untuk kegiatan-kegiatan yang diadakan di luar sekolah.

7. Guru Bimbingan Konseling

Memberikan konseling terhadap siswa yang ada di sekolah baik itu baikitu pengarahan, bimbingan, masukan, motivasi, dan lain-lain yang dianggap bisa membangun dan perbaikan siswa menjadi lebih baik.

Tugas yang Diemban

  1. Membuat program konseling dengan disertai jadwal di setiap kelas.
  2. Bekerja sama dengan wali kelas untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada siswa, baik masalah kegiatan belajar mengajar, siswa yang bermasalah, dan lain-lain.
  3. Memberikan konsultasi dan bimbingan terkait sekolah yang tepat yang harus dipilih siswa sesuai bakat dan minatnya terutama saat akan memilih baik jurusan maupun universitas setelah tamatSMU/SMK.
  4. Memberikan motivasi pada siswa agar bisa lebih berprestasi tidak hanya di sekolah tetapi juga di luar sekolah.

8. Bagian Tata Usaha

Bagian ini bertanggung jawab terkait proses administasi dan keuangan di dalam sekolah.

Tugas yang Diemban

  1. Membuat program kerja bagian tata usaha untuk sekolah.
  2. Memberikan pengawasan, pembinaan pada staf tata usaha yang ada di bawahnya.
  3. Membuat laporan terkait keluarmasuknya uang di sekolah.
  4. Mendata administrasi siswa dan selalu meng update apabila ada perubahan baik siswa pindah ataupun siswa baru yang masuk ke dalam sekolah tersebut.

9. Bagian Laboratorium

Harus bisa mengatur dan mengelola ruangan laboratorium dan peralatan yang ada dengan sebaik-baiknya.

Tugas yang Diemban

  1. Membuat jadwal penggunaan ruang laboratorium berikut tata tertib yang harus ditaati oleh setiap pengguna ruangan.
  2. Mendata dan menyimpan barang-barangyang ada di dalam laboratorium.
  3. Memelihara kebersihan ruangan dan alat-alat yang ada di dalam laboratorium.
Demikianlah contoh struktur organisasi sekolah yang bisa dibuat dengan lebih sederhana. Apabila semakin besar sekolah dan jumlah siswa yang semakin bertambah maka bisa dibuat lebih banyak divisi atau bagian yang sesuai dengan kondisi sekolah. Setiap bagian harus bisa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya agar kegiatan baik di dalam maupun di luar sekolah bisa berjalan sebagaimana mestinya.
sumber: https://s.id/98mAi

alternatif model RPP terkini



Sebagai Guru sering sekali kita mendiskusikan mengenai tantangan mengembangkan administrasi pembelajaran di setiap pertemuan PBM yang kita laksanakan. Seringkali kita merasa tantangan ini semakin berat seiring dengan kesibukan kita di Sekolah. Namun membuat RPP tidak hanya menjadi suatu kewajiban perencanaan tapi juga menjadi suatu alat ukur bagi kinerja seorang Guru.

Beberapa diantara kita merasa kegiatan ini sebagai pekerjaan yang berat namun disisi lain ada teman guru yang menikmati aktivitas mengembangkan semua administrasi pembelajaran yang ada. 

Buku Kerja 1, Buku Kerja 2, Buku Kerja 3 dan Buku Kerja 4 menjadi bahan administrasi yang menghiasi meja kerja para guru saat ini.

Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 14 Tahun 2019 dan Kebijakan Merdeka Belajar maka berikut ini saya mencoba menyajikan dan mengreasikan 1 (satu) contoh RPP yang mungkin bermanfaat bagi teman-teman guru. 

RPP ini meliputi 3 Komponen minimal yang menjadi arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu :

1. Tujuan Pembelajaran

2. Kegiatan Pembelajaran

3. Asesmen (Penilaian)

Semoga bermanfaat



sumber: https://s.id/98mDK

Tips menghindari petir dari BMKG



Memasuki penghujung tahun ini, sebagian besar wilayah di Indonesia sudah mulai memasuki musim penghujan.
Di musim penghujan, Anda harus mewaspadai potensi hujan lebat yang adakalanya juga disertai oleh petir dan angin kencang. Hujan yang disertai petir cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kematian bila tersambar.
Melalui akun sosial medianya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun membagikan sejumlah tips menghindari petir yang bisa Anda lakukan untuk menyelamatkan diri.

1. Segera masuk ruangan saat mendengar guntur

Ketika Anda sedang beraktivitas di luar ruangan dan tiba-tiba mendengar guntur, segeralah mencari tempat perlindungan. Tempat yang paling aman agar terhindar dari sambaran petir adalah masuk ke dalam ruangan. Selain ruangan, Anda juga bisa berlindung di dalam mobil.

2. Jauhkan diri dari kolam renang

Saat hujan disertai petir, sebaiknya Anda tidak berenang atau berada di dalam kolam renang. Jika Anda sedang berada di dalam kolam renang, segeralah naik dan menjauh. Berada di dalam kolam renang berbahaya karena petir dapat menghantarkan energi ke air.

3. Jangan berteduh di bawah pohon

Jangan sekali-sekali berlindung di bawah pohon ketika hujan disertai petir. Berteduh di bawah pohon justru berbahaya karena pohon yang tersambar petir energinya dapat melompat ke tubuh.

4. Jauhi sesuatu yang tinggi

Petir cenderung memilih obyek yang tinggi sebagai obyek sambarannya. Obyek tinggi bisa berupa tiang listrik, menara, atau pohon. Jadi sebaiknya jauhkan diri dari obyek-obyek tinggi saat melihat kilatan-kilatan petir.

5. Hindari tanah lapang

Saat Anda sedang melakukan aktivitas di sawah, lapangan, atau taman, segeralah mencari tempat berlindung jika terjadi hujan beserta petir. Petir selalu mencari tanah untuk melepaskan energinya. Akan sangat berbahaya bila Anda tidak segera mencari tempat berlindung.

6. Jangan naik sepeda motor

Jika Anda sedang berkendara dengan sepeda motor, lalu tiba-tiba hujan dan terjadi petir, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara. Segeralah berhenti dan cari tempat untuk berlindung.

7. Beri jarak dengan orang lain

Jika Anda sedang berteduh dari hujan yang disertai petir di luar ruangan, ternyata kita tidak dianjurkan untuk berdiri terlalu dekat dengan orang lain. Sebaiknya atur jarak sekitar 3-5 meter dengan orang lain agar terhindar dari energi saat ada petir.
Notification
Ini adalah popup notifikasi.
Done