Evaluasi Diri Sekolah (EDS) - Blog Pendidik | SMK Letris Indonesia

Evaluasi Diri Sekolah (EDS)

    Evaluasi Diri Sekolah (EDS) adalah proses evaluasi diri sekolah yang bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan untuk melihat kinerja sekolah berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang hasilnya dipakai sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingkat kabupaten/kota dan pemangku kepentingan lainnnya.
    EDS merupakan bagian dari pemetaan mutu sekolah. Peta mutu ini memberikan data awal pencapaian SNP.  EDS bertujuan  untuk (a) menilai perfoma sekolah, (b) mengetahui perkembangan capaian SNP, dan (c) menyusun, merevisi RKS/RKAS sesuai kebutuhan dalam rangka pemenuhan SNP.
  Manfaat EDS bagi satuan pendidikan adalah untuk mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangannya, memiliki data dasar yang akurat, mengidentifikasi peluang, memberikan laporan formal kepada pemangku kepentingan. Sementara manfaat Evaluasi Diri Sekolah (EDS) bagi luar sekolah adalah untuk menyediakan data dan informasi, pembuatan keputusan, perencanaan anggaran pendidikan pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana, mengidentifikasi pelatihan serta kebutuhan program pengembangan, mengidentifikasi keberhasilan sekolah.
    EDS diharapkan menjadi kegiatan rutin di sekolah yang dilakukan secara terus menerus setiap tahun, untuk mengetahui ketercapaian tahapan pengembangan yang diharapkan. Kegiatan ini sebaiknya dilaksanakan mengacu pada beberapa prinsip sebagai berikut.

1. Berbasis tujuan
Kegiatan EDS dilaksanakan berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan,    karena hasilnya sangat penting untuk menentukan tujuan rencana pengembangan sekolah yang lebih spesifik dan akurat.

2. Beracuan kriteria
Kegiatan EDS dilaksanakan mengacu pada kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan SNP dan SPM yang dikembangkan oleh satuan pendidikan maupun oleh pemerintah dan instansi terkait lainnya.

3. Berasas manfaat
Kegiatan EDS dilaksanakan untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya harus mampu menghasilkan rekomendasi untuk penyusunan dan perbaikan RKS.

4. Objektif
Kegiatan EDS dilaksanakan secara jujur dan apa adanya, karena hasilnya digunakan untuk mengetahui, memahami,  dan menyadari dengan baik kondisi nyata sekolah baik mutu maupun kondisi lainnya. Hasil EDS tersebut merupakan informasi dan fakta yang sangat penting untuk penyusunan rencana pengembangan sekolah, dan dijadikan bahan masukan.

Proses EDS secara mendasar menjawab tiga pertanyaan kunci di bawah ini.
1. Seberapa baik kinerja sekolah kita? Hal ini terkait dengan posisi pencapaian kinerja untuk masing-masing indikator SPM atau SNP.
2. Bagaimana kita dapat mengetahui kinerja sekolah? Hal ini terkait dengan bukti apa yang dimiliki sekolah untuk menunjukkan pencapaiannya.
3. Bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja? Dalam hal ini sekolah melaporkan dan menindaklanjuti apa yang telah ditemukan sesuai pertanyaan dinomor 2 dan nomor 3.
4. Berdasarkan pada gambar siklus SPMI di atas, evaluasi diri sekolah merupakan langkah awal dari sistem penjaminan mutu pendidikan. Sistem Pemetaan mutu pendidikan di satuan pendidikan atau yang bisa disebut dengan Evaluasi Diri Sekolah.

(EDS) dilaksanakan oleh Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS). Pemetaan ini dilakukan untuk memotret tingkat pemenuhan standar nasional pendidikan oleh satuan pendidikan dengan menggunakan instrumen pemetaan mutu yang dikembangkan oleh pemerintah. Instrumen diisi oleh satuan pendidikan, diverifikasi dan divalidasi oleh Pengawas Sekolah dan dimasukkan ke dalam database satuan pendidikan untuk dikirim ke sistem informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Jangan lupa bagikan artikel ini ya!

Berikan pendapatmu tentang artikel ini

Notification
Ini adalah popup notifikasi.
Done