Pola Pikir dan sikap Mental - Blog Pendidik | SMK Letris Indonesia

Pola Pikir dan sikap Mental

*✳  POLA-PIKIR DAN SIKAP MENTAL  ✳*

Sekitar tahun sembilan puluhan pernah dilakukan sebuah "tes" terhadap siswa kelas 6 Sekolah Dasar di lingkungan Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo. Ada 2 kelompok siswa: *anak2 Indonesia dan anak2 Jepang yg terlibat dalam "tes" tersebut.*

Para guru telah menyiapkan 2 buah ruangan kosong yg masing² hanya diisi 2 meja di sudut ruangan yg di atasnya terdapat beragam kue/roti dan minuman beserta label harganya masing². Di sebelah meja² tersebut disediakan pula kotak untuk tempat menaruh uang pembelian kue dan minuman tersebut. Secara sengaja guru juga menebarkan sampah bekas pembungkus kue/roti di lantai ruangan tersebut. Dalam ruangan tersebut telah terpasang seperangkat CCTV.

Kepada kedua kelompok siswa tersebut diberitahukan bahwa di dalam ruangan tersebut ada kue/roti dan minuman yg dapat mereka pilih dan ambil sendiri serta membayarnya sesuai dengan harga yg tertera, karena dalam ruangan tersebut tidak ada orang yg akan melayani dan mengawasi mereka.

*Ketika anak2 Jepang dipersilakan masuk, mereka dengan tertib mengantri satu demi satu sebelum masuk ruangan. Melihat di lantai ruangan terdapat sampah yg berserakan, mereka pun memungut dan kemudian memasukkannya ke tempat sampah yg telah disediakan. Setelah ruangan tersebut bersih dari sampah, mereka pun dengan tertib mengambil kue dan minuman yg mereka pilih lalu memasukkan uang ke dalam kotak yg disediakan sesuai dengan nilai pembelian mereka.*

*Bagaimana halnya dengan anak2 Indonesia? Giliran mereka dipersilakan masuk, mereka saling berebut tidak mau antri. Mereka pun acuh dengan sampah yg berserakan di lantai dan langsung mengambil kue serta minuman yg mereka pilih. Dan.. hanya sekitar 40% yg membayar sesuai dengan nilai pembelian mereka!*...

Fenomena tersebut memberikan gambaran perbedaan pola-pikir dan sikap mental anak2 SD Jepang dan Indonesia yg melahirkan perilaku tersebut.. dan perilaku yg berulang akan menghasilkan suatu kebiasaan: *positif atau negatif*...

Tes tersebut telah mengungkap 3 kebiasaan perilaku sehari-hari dalam kehidupan mereka: *mengantri, mencintai kebersihan, dan berlaku jujur*. Kebiasaan yg berulang dalam kehidupan akan menjadi sebuah karakter.. dan *karakter akan menentukan nasib seseorang secara pribadi atau nasib bangsa secara keseluruhan.*

*Ketika pola-pikir seseorang menganggap bahwa kepentingan pribadi adalah yg utama dan kepentingan orang lain bukan urusan atau tanggung-jawab kita, maka akan muncul sikap mental yg cenderung egois, acuh, angkuh, dan "semau gue" sehingga tidak ingin keduluan/dilampaui oleh orang lain, mengabaikan lingkungan, dan cenderung menghalalkan segala cara*

*Apa sesungguhnya hikmah yg terdapat dalam kebiasaan mengantri?*



✅ Manajemen waktu untuk datang lebih awal dan memanfaatkan waktu ketika menunggu giliran.
✅ Manajemen pikiran & hati untuk bisa bersabar/menahan amarah atas suatu kondisi menunggu yg kurang nyaman.
✅ Menghargai & menghormati hak orang lain yg ada di depan.
✅ Menambah kemampuan bersosialisasi dengan mereka yg ada di depan atau belakang antrian.
✅ Penegakan disiplin dan rasa malu untuk tidak menyerobot antrian.

*Apa hikmah yg diperoleh dari kebiasaan mencintai kebersihan?*
✅ Menikmati hidup yg sehat.
✅ Menikmati kedamaian pikiran dan hati ketika memandang lingkungan yg bersih.
✅ Berkontribusi untuk kebahagiaan & kesejahteraan hidup orang lain/kepentingan umum.

 *Apa hikmah dari kebiasaan berlaku jujur?*
✅ Menghasilkan ketenteraman jiwa karena tidak ada konflik batin yg dialami.
✅ Mengasah kemampuan introspeksi untuk dapat melihat kekurangan diri-sendiri sehingga mampu menghasilkan kemajuan untuk diri sendiri di masa depan.
✅ Berlaku jujur pada sesama akan mendatangkan apresiasi dan meningkatkan harkat & martabat diri dalam masyarakat.


_Sejarah telah mencatat:_
*Jepang menjadi negara yg maju karena telah mengutamakan pendidikan karakter (mental attitude) di tingkat pendidikan dasar ~ disamping pengembangan knowledge & skill di tingkat pendidikan menengah dan tinggi ~ sebagai fondasi pembangunan bangsa.* 

*Bagaimana dengan Indonesia?*

Jangan lupa bagikan artikel ini ya!

Berikan pendapatmu tentang artikel ini

Notification
Ini adalah popup notifikasi.
Done